Asosiasionisme
associationism
Ringkasan Singkat
Teori bahwa proses mental kompleks seperti berpikir dan belajar dapat dijelaskan melalui pembentukan hubungan antara ide-ide sederhana.
Asosiasionisme adalah teori psikologi dan filosofis yang menyatakan bahwa proses mental yang kompleks, seperti berpikir, belajar, dan mengingat, dapat dijelaskan sepenuhnya atau sebagian besar melalui hubungan (link) asosiatif yang terbentuk di antara ide-ide sederhana. Meskipun Aristoteles telah menyebutkan beberapa hukum asosiasi (seperti kemiripan, perbedaan, dan kedekatan ruang atau waktu), teori ini baru dinyatakan secara sistematis oleh Thomas Hobbes.
Hobbes berpendapat bahwa semua pengetahuan tersusun dari kesan-kesan indrawi yang relatif sederhana. Hukum dan aplikasi asosiasi kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh John Locke dan anggota mazhab empiris Inggris lainnya, termasuk George Berkeley, David Hume, dan James Mill. Dalam psikologi modern, asosiasionisme tetap menjadi asumsi fundamental bagi behaviorisme dan teori belajar, terutama dalam menjelaskan bagaimana stimulus dipasangkan dengan respons (S-R).
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Locke, J. (1690). An Essay Concerning Human Understanding.
- APA Dictionary of Psychology.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.